Jamur Tiram, Bercocok Tanam Jamur Tiram, Menanam Jamur Tiram, Tanaman Jamur Tiram

Panduan Teknis Cara Menanam Jamur Tiram

Jamur Tiram, Bercocok Tanam Jamur Tiram, Menanam Jamur Tiram, Tanaman Jamur TiramBagi orang awam, cara menanam jamur tiram memang tergolong cukup rumit. Meski pun begitu, jika menilik potensi usaha nya yang sagnat menjanjikan, mayoritas orang pasti rela untuk mempelajarinya.

Nah, untuk Anda yang saat ini sedang ingin mempelajari teknik budidaya jamur tiram, berikut merupakan sedikit panduan teknis cara menanam jamur tiram yang bisa Anda jadikan sebagai pedoman dalam belajar memulai usaha ini:

Tahap Persiapan Kumbung
Kumbung yang sering disebut juga dengan rumah jamur merupakan ruangan khusus tempat meletakkan baglog jamur. Ruangan ini normal nya akan dikondisikan sedemikian rupa sehingga memiliki tingkat kelembaban suhu dan udara yang ramah dengan tanaman jamur.

Untuk menghemat biaya investasi, para petani jamur tiram biasanya membuat kumbung dari bahan bambu atau pun kayu. Meski pun begitu, tidak jarang pula pengusaha berkantong tebal yang mendirikan bangunan kumbung dengan bahan premium seperti baja ringan atau pun tembok beton.

Sebagai pelengkap, di dalam kumbung, para petani jamur biasanya juga turut membuat rak – rak khusus untuk tempat meletakkan baglog. Ukuran rak khusus untuk baglog ini biasa nya ada di kisaran lebar X tinggi 40 X 40 cm, dengan panjang 1 meter.

Tahap Persiapan Baglog
Tahapan teknis cara menanam jamur tiram yang selanjutnya adalah persiapan media tumbuh jamur atau pun baglog.

Pada dasarnya, jamur tiram dapat tumbuh di banyak tempat. Hanya saja, mayoritas pembudidaya jamur tiram di Indonesia cenderung lebih sering menggunakan media tumbuh baglog. Hal ini dikarenakan tingkat produktivitas media tumbuh baglog normal nya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat produktifitas media tumbuh yang lainnya.

Baglog sendiri merupakan media tumbuh yang dibut dengan menggunakan campuran bahan baku utama berupa serbuk gergaji, dedak, PDA, dll. Semua bahan baku pembuatan baglog ini biasanya akan ditempatkan di dalam plastik bening.

Perlu diketahui, untuk permasalahan baglog, bagi petani berskala besar, baglog biasanya jauh lebih menguntungkan jika dibuat sendiri. Namun, untuk petani jamur berskala kecil, baglog cenderung jauh lebih menguntungkan jika dibeli dari penyedia baglog (yaitu petani jamur tiram berskala besar).

Tahap Perawatan Baglog
Untuk bisa ditumbuhi jamur, baglog perlu diberi beberapa tindakan perawatan, seperti beberapa diantaranya adalah pembukaan tutup baglog dan penyiraman. Aktivitas pembukaan tutup baglog normalnya baru dilakukan sesaat sebelum baglog disusun di rak – rak yang ada di dalam kumbung.

Sedangkan aktivitas penyiraman baglog wajib dilakukan secara rutin setiap hari sebanyak 2 hingga 3 kali dengan menggunakan semprotan khusus yang sangat lembut (atau bisa juga dengan menggunakan sistem sprinkle otomatis).

Untuk sistem penyusunan baglog di rak sendiri, Anda dapat menggunakan dua macam pola yaitu pola vertikal (bagian tutup baglog mengarah ke atas) dan pola horizontal (bagian tutup baglog mengarah ke samping).

Dari dua pola penyusunan yang tersedia, mayoritas petani jamur tiram cenderung lebih banyak yang menggunakan pola horizontal. Hal ini dikarenakan, pola horizontal cenderung dapat memuat jauh lebih banyak baglog dan kemudahan dalam aktivitas pemanenan.

Masa Panen
Dalam kondisi normal, jamur tiram sudah bisa dipanen sekitar 1 sampai 2 minggu setelah tutup baglog dibuka. Jamur tiram yang sudah siap untuk dipanen biasanya memiliki ciri – ciri berupa ukuran permukaan yang mulai mekar dan membesar.

Nah, itulah sedikit panduan praktis cara menanam jamur tiram yang bisa kami bagikan kepada Anda. Selamat mencoba dan semoga sukses ya!



You May Like Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *