Panduan Teknis Cara Menanam Bayam yang Baik dan Benar


Cara Menanam Bayam, Bagaimana Cara Menanam Bayam, Cara Menanam Bayam Yang Benar, Bayam, Tanaman BayamCara menanam bayam pada dasar nya sangat mudah dan bisa dipelajari oleh siapa saja. Sayang nya, karena harga jual bayam tidak begitu besar, tidak banyak masyarakat yang tertarik dengan usaha budidaya bayam. Padahal, jika ditilik dari potensi keuntungan yang bisa didapatkan, tanaman sayur yang satu ini masih tergolong cukup potensial untuk diusahakan.

Nah, jika Anda tertarik untuk menjalankan usaha budidaya bayam namun tidak mengetahui teknis budidaya nya, berikut merupakan sedikit panduan teknis cara menanam bayam yang bisa Anda jadikan pedoman dalam memulai usaha Anda:

Tahap Pemilihan Benih
Pada dasarnya ada dua alternatif yang bisa digunakan untuk mendapatkan benih bayam yang unggul, yaitu dengan membeli benih bayam unggul di toko pertanian dan dengan mengambil benih bayam dari tanaman induk bayam pilihan.

Hanya saja, untuk pemula, kami lebih merekomendasikan cara yang pertama yaitu membeli benih bayam unggul di toko pertanian.

Tahap Persiapan Lahan Budidaya
Bayam normal nya ditanam di lahan terbuka dengan menggunakan sistem bedengan. Ukuran bedengan yang sering digunakan oleh para petani bayam biasanya ada di kisaran 1 – 1,5 meter untuk lebar dan 20 hingga 30 cm untuk tinggi.

Sebelum lahan dibuat menjadi bedengan, petani bayam biasanya wajib melakukan olah tanah terlebih dahulu, yaitu dengan menggemburkan dan memupuk tanah dengan menggunakan pupuk kandang (dosis 10 ton per hektar lahan)

Penanaman Benih ke Lahan
Setelah lahan siap untuk digunakan, tahapan cara menanam bayam yang selanjutnya adalah tahap penebaran benih ke lahan.

Perlu diketahui, aktivitas penebaran / penanaman benih pada dasarnya dapat dilakukan dengan beberapa macam cara, yaitu dengan menggunakan teknik tabur garis, teknik tabur acak, dan teknik lubang tanam. Meski pun begitu, teknik yang paling banyak digunakan oleh para pembudidaya bayam adalah teknik tabur garis.

Untuk menerapkan teknik tanam tabur garis, Anda wajib membuat garis horizontal sepanjang bedengan dengan jarak antar garis sekitar 7,5 – 10 cm. Garis – garis ini nantinya akan dijadikan sebagai alur penyebaran benih bayam yang telah disiapkan sebelumnya.

Dalam aktivitas penaburan benih sendiri, Anda kami sarankan untuk menggunakan bantuan debu atau pun pasir (dengan perbandingan campuran debu/pasir dan benih sekitar 10:1). Hal ini perlu dilakukan untuk menghemat benih sekaligus menghindari terjadinya aktivitas penanaman yang terlampau rapat.

Tahap Pemeliharaan Tanaman
Agar tanaman bayam bisa tumbuh dengan subur dan sehat, tanaman bayam harus dipelihara dengan baik. Beberapa aktivitas pemeliharaan yang wajib dilakukan sendiri adalah penyiraman, penyiangan, dan pemupukan.

Aktivitas penyiraman tanaman bayam biasanya dilakukan secara rutin setiap dua kali dalam sehari, yaitu di pagi dan sore. Sedangkan untuk aktivitas penyiangan dan pemupukan bisa dilakukan setiap satu atau pun dua minggu sekali.

Pupuk yang digunakan dalam tahap pemeliharaan biasa nya adalah pupuk urea dan pupuk TSP. Untuk aktivitas pemupukannya sendiri bisa menggunakan sistem tebar.

Jika dipelihara dengan baik, tanaman bayam biasa nya sudah mulai bisa dipanen setelah berusia 30 hari sejak benih pertama kali ditabur di bedengan. Normal nya tanaman bayam yang sudah siap panen memiliki tinggi rata – rata sekitar 20 cm dan belum ditumbuhi bunga.

Perlu diketahui, untuk memaksimalkan pendapatan, aktivitas pemanenan bayam sebaiknya dilakukan secara bertahap dengan menggunakan sistem panen pilih. Dalam hal ini bayam yang dipanen terlebih dahulu adalah bayam yang telah memiliki tinggi sekitar 20 cm.

Nah, itulah sedikit panduan cara menanam bayam yang bisa kami bagikan kepada Anda. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat ya!

    cara menanam bayam di lahan terbuka, Cara tanam bayam secara garis