Bawang Merah, Budidaya Bawang Merah, Cara Tanam Bawang Merah, Teknik Menanam Bawang Merah

Panduan Teknis Cara Budidaya Bawang Merah

Bawang Merah, Budidaya Bawang Merah, Cara Tanam Bawang Merah, Teknik Menanam Bawang MerahUsaha budidaya bawang merah sampai saat ini masih sangat potensial untuk dijalankan. Bawang merah yang notabene merupakan salah satu bahan bumbu pokok di Indonesia terus mengalami peningkatan permintaan setiap tahun nya, seiring dengan angka pertumbuhan penduduk. Padahal, pasokan nya terus mengalami penurunan.

Nah, untuk Anda yang merasa tertarik untuk menjalankan usaha budidaya bawang merah, berikut merupakan sedikit panduan teknis cara budidaya bawang merah yang bisa Anda ikuti:

Pemilihan Bibit
Bibit bawang merah yang bagus biasanya memiliki ciri – ciri utama berupa ukurannya yang seragam sekitar 1,5 hingga 2 cm, memiliki bentuk fisik yang normal dan tidak cacat, berwarna merah mengkilap, dan bebas dari hama, parasit, serta penyakit.

Normalnya, bibit bawang yang bagus akan diambil dari hasil panen yang telah berusia lebih dari 80 hari.

Pengolahan Lahan
Lahan budidaya bawang merah normal nya akan berbentuk bedengan – bedengan dengan lebar sekitar 1 sampai 1,2 meter dan tinggi sekitar 25 hingga 30 cm. Jarak untuk setiap bedengan sendiri bisa dibuat sekitar 50 cm.

Untuk menjamin tingkat kesuburan lahan, petani bawang merah yang sudah berpengalaman biasanya akan melakukan aktivitas pemupukan terlebih dahulu dengan menggunakan beberapa macam pupuk, seperti beberapa diantaranya adalah: pupuk kandang dengan dosis 15 ton per hektar lahan, pupuk urea dengan dosis 47 kg per hektar lahan, pupuk ZA dengan dosis 100 kg per hektar lahan, pupuk SP-36 dengan dosis 311 kg per hektar lahan, dan pupuk KCL dengan dosis 56 kg per hektar lahan.

Tahap Penanaman
Tahap budidaya bawang merah yang selanjutnya adalah tahap penanaman atau pun pemindahan bibit ke lahan.

Aktivitas pemindahan bibit biasanya dilakukan beberapa saat setelah aktivitas persiapan lahan telah selesai dan lahan benar – benar telah siap untuk digunakan. Dalam aktivitas penanaman bibit, petani dapat menggunakan angka jarak tanam sekitar 15 X 15 cm di masa kemarau dan 20 X 20 di masa penghujan.

Agar tanaman bawang merah bisa menghasilkan anakan bawang merah dengan cepat dan dengan kualitas yang memuaskan, aktivitas penanaman bibit sebaiknya dilakukan tidak terlalu dalam namun juga tidak terlalu dangkal.

Pemeliharaan dan Pengendalian Hama
Aktivitas pemeliharaan tanaman bawang merah normal nya terdiri dari:

Penyiraman – di awal – awal masa penanaman (ketika bibit baru dipindahkan ke lahan) aktivitas penyiraman normalnya dilakukan setiap hari, yaitu di waktu pagi dan sore hari. Setelah bibit berusia 10 hari, intensitas penyiraman dapat dikurangi menjadi satu kali sehari yaitu di pagi atau pun di sore hari saja.

Pemupukan – aktivitas pemupukan normal nya hanya dilakukan sebanyak dua kali, yaitu saat tanaman berusia 14 hari dan saat tanaman berusia 5 minggu. Di usia 14 hari, aktivitas pemupukan normalnya akan menggunakan urea (93 kg/ha), ZA (200 kg/ha), dan KCL (112 kg/ha), sedangkan di usia 5 minggu, aktivitas pemupukan hanya menggunakan pupuk urea (47 kg/ha), ZA (100 kg/ha) dan KCL (56 kg/ha).

Penyiangan – aktivitas ini dilakukan sebanyak dua kali, yaitu ketika tanaman bawang merah berusia 3 dan 5 minggu.

Pengendalian Hama dan Penyakit – aktivitas pengendalian hama dan penyakit normal nya hanya dilakukan ketika tanaman bawang merah terserang hama dan penyakit tertentu. Beberapa hama langganan yang biasanya sering menyerang tanaman ini adalah hama cendawan, hama tikus dan hama belalang. Sedangkan penyakit yang sering menyerang adalah penyakit layu fusarium.

Masa Panen
Masa panen bawang merah biasanya berada di kisaran usia 55 sampai 75 hari sejak bibit pertama kali dipindahkan ke lahan. Bawang merah yang siap untuk dipanen memiliki ciri utama berupa daun yang sudah mulai rebah.

Normal nya, jika benih yang digunakan merupakan benih unggul dan aktivitas pemeliharaan dilakukan dengan baik, dalam satu hektar lahan petani akan mendapatkan hasil panen bawang merah sekitar 4 hingga 12 ton.

Nah, itulah panduan teknis cara budidaya bawang merah yang bisa Anda jadikan sebagai panutan untuk memulai usaha budidaya bawang merah. Selamat mencoba dan semoga sukses ya!



You May Like Also

One thought on “Panduan Teknis Cara Budidaya Bawang Merah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *