Panduan Cara Beternak Kambing untuk Pemula


Ternak Kambing, Cara Ternak Kambing, Budidaya Kambing, Usaha Ternak Kambing, Potensi Ternak KambingUsaha peternakan kambing sampai saat ini masih tergolong sangat prospektif untuk dijalankan di Indonesia. Hal ini dikarenakan, sampai saat ini (Tahun 2016), Indonesia masih mengalami kekurangan pasokan daging dan susu yang notabene merupakan dua produk utama yang bisa didapatkan dari ternak kambing.

Nah, untuk Anda yang tertarik untuk menjalankan usaha peternakan kambing namun belum menguasai teknis budidaya nya, berikut merupakan sedikit panduan cara beternak kambing yang bisa Anda jadikan sebagai panutan dalam memulai usaha:

Pemilihan Jenis Kambing yang Akan Diternakkan
Sebelum usaha peternakan kambing dijalankan, peternak harus menentukan jenis kambing apa yang akan diternakkannya. Dalam hal ini, peternak dapat memilih dua jenis kambing, yaitu kambing perah dan kambing pedaging.

Persiapan Kandang
Aktivitas persiapan kandang normalnya akan disesuaikan dengan jenis kambing yang akan diternakkan. Jika jenis kambing yang dipilih adalah kambing perah, maka peternak wajib membuat kandang individu dengan ukuran per bilik nya sekitar 1X1,5 M. Sedangkan jika jenis kambing yang dipilih adalah kambing pedaging, peternak dapat menyiapkan kandang koloni dengan ukuran yang disesuaikan dengan jumlah kambing yang diternakan.

Pemilihan Indukan
Kualitas indukan akan sangat berpengaruh terhadap hasil ternak yang akan didapatkan. Dalam hal ini, jika indukan yang digunakan adalah indukan yang berkualitas, maka hasil ternak yang akan didapatkan (baik berupa susu mau pun anakan) juga akan berkualitas.

Ciri – ciri kambing yang bagus untuk dijadikan sebagai indukan sendiri adalah cukup umur, bertubuh besar, sehat, tidak cacat fisik, dan berjenis sama (bisa juga silang, namun harus tetap satu famili) dengan pejantan yang akan digunakan.

Perawatan
Aktivitas perawatan dalam usaha peternakan kambing meliputi pemberian pakan, pemberian minum, pemandian kambing, pembersihan kandang, pengawinan, dan juga penanganan pasca kawin.

Aktivitas pemberian pakan, pemberian minum dan juga pembersihan kandang wajib dilakukan secara rutin setiap hari. Sedangkan aktivitas pemandian dan pengawinan (khusus untuk kambing yang belum bunting) kambing bisa dilakukan secara rutin setiap bulan dan setiap 21 hari sekali.

Penting untuk diketahui, jenis ransum pakan yang diberikan untuk kambing pedaging harus dibedakan dengan jenis ransum pakan yang diberikan untuk kambing perah.

Dalam hal ini, agar hasil produksi susu bisa lebih optimal, selain diberi pakan hijauan, kambing perah wajib diberi pakan tambahan pakan konsentrat berupa campuran bungkil kedelai, onggok, dan ampas tahu.

Masa Panen
Masa panen dalam usaha peternakan kambing pada dasarnya sangat bergantung pada jenis usaha peternakan kambing yang dijalankan.

Jika jenis usaha yang dijalankan adalah peternakan kambing pedaging, maka aktivitas panen sudah mulai bisa dilakukan ketika kambing berusia 6-8 bulan (siap kawin) atau pun kambing telah selesai melewati proses penggemukan (untuk usaha penggemukan).

Jika jenis usaha yang dijalankan adalah usaha budidaya dengan hasil akhir berupa anakan kambing atau pun cempe, aktivitas panen sudah mulai bisa dilakukan ketika anakan kambing sudah berada dalam fase sapih, yaitu ketika anakan kambing berusia 3-5 minggu.

Sedangkan jika usaha yang dijalankan adalah peternakan kambing perah, maka aktivitas panen sudah mulai bisa dilakukan selepas kambing melahirkan. Dalam hal ini, ada dua komoditi yang bisa dipanen yaitu susu (bisa dipanen dua kali sehari hingga masa pengeringan) dan anakan kambing (bisa dipanen selepas kambing melahirkan atau setelah masuk masa sapih).

Nah, demikianlah sedikit informasi panduan cara beternak kambing yang bisa kami bagikan kepada Anda. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat ya!

    ternak kambing