Panduan Praktis Cara Menanam Cabe Skala Rumahan

Cara Menanam, Cara Menanam Cabai, Panduan Menanam Cabai, Tanaman CabaiCabe merupakan salah satu bahan bumbu masakan “wajib” yang selalu dibutuhkan di hampir semua jenis masakan tanah air. Konon, karena peran nya yang sangat penting dalam olahan kuliner tanah air, harga cabe sering kali mengalami fluktuasi hingga mencapai beberapa kali lipat harga normalnya. Dampaknya, di hari-hari tertentu (seperti hari raya lebaran dan tahun baru), banyak masyarakat yang merasa terbebani dengan harga cabe yang terlalu mahal.


Nah, untuk menghindari dampak kenaikan harga cabe yang terjadi setiap tahun nya, Anda dapat menanam cabe sendiri di pekarangan rumah Anda. Untuk bisa menanam cabe sendiri, Anda bisa mengikuti panduan cara menanam cabe skala rumahan yang telah kami rangkum berikut ini:

Pemilihan Benih
Hal pertama yang harus dilakukan saat ingin menanam cabe adalah menentukan jenis cabe yang ingin ditanam. Dalam hal ini Anda dapat memilih jenis cabe rawit, cabe merah, cabe gombong, dll.

Nah, setelah jenis cabe yang ingin ditanam telah ditentukan, Anda dapat membeli benih cabe tersebut di toko pertanian terdekat yang ada di sekitar tempat tinggal Anda.

Penyemaian Benih
Untuk meningkatkan probabilitas dan daya tumbuh benih cabe, Anda kami sarankan untuk melakukan aktivitas penyemaian benih terlebih dahulu.

Untuk menyemai benih cabe, Anda dapat menggunakan dua macam cara, yaitu dengan menggunakan media polybag dan dengan menggunakan media bedengan semai.

Persiapan Lahan
Karena aktivitas penanaman cabe hanya berskala rumahan, Anda dapat menggunakan dua macam opsi lahan penanaman, yaitu di tanah secara langsung, dan di polybag (Lebih direkomendasikan, karena lebih hemat lahan).

Dalam mempersiapkan lahan sendiri, Anda dapat melakukan aktivitas pengemburan tanah, pemupukan, dan pembuatan bedengan (untuk opsi penanam langsung di tanah). Sedangkan untuk opsi penanaman di polybag, Anda dapat mengisi polybag dengan campuran tanah dan pupuk kandang (dengan dosis 50:50).

Pemindahan Bibit Ke Lahan
Setelah lahan siap untuk digunakan dan bibit sudah selesa disemai, langkah cara menanam cabe yang selanjutnya adalah memindahkan bibit ke lahan.

Bibit yang sudah siap dipindahkan memiliki ciri utama berupa jumlah helai daun minimal empat helai.

Untuk menghindari terjadinya kematian pada bibit, Anda sebaiknya melakukan aktivitas pemindahan bibit di pagi hari (sekitar pukul 6 – 8 pagi) atau pun di sore hari (sekitar pukul 4 – 6 sore).

Perawatan dan Pengendalian Hama
Agar hasil tanaman cabe bisa lebih optimal, Anda harus melakukan beberapa tindakan perawatan dan juga pengendalian hama. Beberapa aktivitas perawatan yang harus Anda lakukan adalah penyiangan, pemupukan ulang, penyiraman dan juga penyemprotan pestisida.

Khusus untuk pemupukan, Anda dapat menggunakan dua jenis pupuk, yaitu TSP dan Urea dengan dosis masing – masing pupuk sebesar 5 gr per tanaman. Aktivitas pemupukan nya sendiri dapat dilakukan setiap 2 minggu sekali.

Untuk pengendalian hama menggunakan pestisida, Anda dapat menggunakan dua macam opsi, yaitu opsi pencegahan (dengan menyemprotkan pestisida setiap 1 bulan sekali), dan opsi pembasmian (hanya disemprot jika cabe terserang hama).

Masa Panen
Buah cabe biasanya sudah mulai bisa dipanen sejak usia 2 bulan sejak pertama kali dipindahkan ke lahan. Cabe yang sudah siap dipanen memiliki ciri – ciri utama berupa buah yang sudah berwarna hijau kemerahan (untuk buah cabai merah) atau pun berwarna hijau kekuningan (untuk buah cabai rawit).

Demikianlah sedikit tulisan mengenai panduan cara menanam cabe skala rumahan yang bisa kami bagikan kepada Anda. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat ya!