Panduan Teknis Budidaya Buah Naga yang Praktis


Cara Budidaya Buah Naga, Budidaya Buah Naga, Buah Naga, Cara Menanam Buah Naga, Tanaman Buah NagaUsaha budidaya buah naga belakangan ini cukup banyak dilirik oleh para pengusaha di bidang pertanian. Pasalnya, hingga saat ini, angka permintaan buah naga di dalam negeri terus mengalami peningkatan dan harga jual nya juga tergolong sangat stabil.

Nah, bagi Anda yang saat ini sedang berencana menjalankan usaha budidaya tanaman buah naga namun belum mengetahui teknik budidaya nya, berikut merupakan sedikit panduan cara budidaya buah naga yang bisa Anda coba untuk ikuti:

Tahap Pembibitan
Bibit tanaman buah naga bisa didapatkan dengan mudah menggunakan metode stek. Namun, jika Anda baru pertama kali menanam buah naga, Anda harus membeli bibit buah naga siap tanam di toko pertanian.

Bibit buah naga yang dibudidayakan sendiri sebaiknya merupakan bibit buah naga yang diambil atau pun di-stek dari tanaman buah naga yang sudah cukup umur, bebas dari penyakit, memiliki diameter batang utama lebih dari 8 cm, dan berwarna hijau kelabu.

Tahap Pembuatan Tiang Rambatan dan Persiapan Lahan
Buah naga sejati nya merupakan jenis tanaman merambat. Oleh karenanya, agar tanaman ini bisa tumbuh dengan baik, petani biasanya akan membuatkan tiang rambatan.

Tiang rambatan ini bisa dibuat dengan menggunakan beton atau pun bahan lainnya dengan tinggi sekitar 2 hingga 2,5 meter. Untuk membantu aktivitas perambatan tanaman, di tiang beton ini petani biasanya juga membuat penopang berbentuk “+” yang dilingkari dengan ban bekas sepeda motor di bagian atasnya.

Khusus untuk persiapan lahannya sendiri, Anda hanya perlu menggemburkan tanah dan memupuk lahan dengan pupuk kandang (dosis 10 kg per lubang tanam), pupuk TSP (dosis 25 gram per lubang tanam), dan jika diperlukan dapat ditambah dengan kapur pertanian (dosis 300 gram per lubang tanam).

Tahap Pemindahan Bibit ke Lahan
Tahap budidaya buah naga yang selanjutnya adalah tahap pemindahan bibit ke lahan.

Bibit buah naga normalnya baru dipindahkan ke lahan tanam setelah berusia setidaknya 3 bulan sejak pertama kali di-stek. Normalnya, aktivitas pemindahan bibit akan dilakukan di pagi atau pun sore hari (pagi pada pukul 6 – 8, dan sore pada pukul 4-6).

Penting untuk diketahui, satu tiang rambatan normal nya akan ditanami 4 bibit buah naga dengan tingkat kedalaman lubang tanam sekitar 10 cm.

Perawatan dan Pemeliharaan
Agar tanaman buah naga bisa menghasilkan buah secara maksimal, tanaman buah naga harus dirawat dan dipelihara dengan baik. Beberapa tindakan perawatan dan pemeliharaan yang wajib dilakukan pada tanaman buah naga sendiri adalah sebagai berikut:

Penyiraman – aktivitas penyiraman normalnya dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari, yaitu di pagi, dan sore hari. Dalam hal ini, petani dapat menggunakan beberapa macam metode penyiraman seperti via saluran drainase dan via irigasi tetes.

Pemangkasan – untuk meningkatkan produktivitas tanaman, petani wajib melakukan aktivitas pemangkasan pada batang tanaman buah naga yang sudah tidak produktif. Aktivitas pemangkasan ini normalnya akan dilakukan secara berkala setiap 4 bulan sekali.

Pemupukan – aktivitas pemupukan bisa dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan menggunakan campuran pupuk kompos (dosis 10 kg per tanaman), pupuk NPK (dosis 50 gram per tanaman), dan pupuk ZK (dosis 20 gram per tanaman).

Pemanenan
Masa panen buah naga yang pertama kali normal nya berlangsung ketika tanaman buah naga telah berusia 10 – 12 bulan. Dalam satu kali masa panen, satu pohon buah naga normal nya akan menghasilkan sekitar 2 hingga 5 buah naga dengan bobot rata – rata sekitar 500 gram per buah nya.

Itulah sedikit panduan teknis budidaya buah naga yang bisa kami sampaikan kepada Anda. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat ya!