Cara Menanam Terong yang Baik dan Benar

Budidaya Terong, Cara Tanam Terong, Terung, Cara Budidaya Terong, Cara Budidaya TerungTerong merupakan salah satu tanaman buah dan sayur yang cukup banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Tanam yang kaya akan antioksidan ini tergolong sangat mudah untuk dibudidayakan.


Nah, untuk Anda yang ingin belajar menanam terong, berikut merupakan sedikit panduan cara menanam terong yang bisa Anda jadikan sebagai pedoman untuk belajar:

Tahap Pemilihan Benih
Benih memegang peranan yang sangat besar terhadap tingkat kesuksesan budidaya terong. Untuk menghasilkan buah terong yang berkualitas, Anda harus menggunakan benih terong unggul, dan untuk mendapatkan benih terong unggul, Anda dapat mengambilnya dari buah terong unggul atau pun membelinya (benih hibrida) di toko – toko pertanian.

Tahap Penyemaian Benih
Sebelum bisa ditanam ke lahan, benih terong yang telah didapatkan harus disemai terlebih dahulu.

Proses penyemaian benih terong sendiri bisa dilakukan dengan menggunakan bedengan penyemaian atau pun menggunakan media tray semai yang telah diisi dengan media semai berupa campuran tanah dan pupuk kandang (dosis 1:1).

Dalam fase penyemaian benih ini, agar bibit terong bisa tumbuh dengan subur, Anda harus melakukan beberapa aktivitas pemeliharaan seperti penyiraman, dan juga pemupukan ulang menggunakan campuran pupuk urea dan KCL yang dijadikan sebagai pupuk kocor untuk bibit.

Tahap Persiapan Lahan
Tahapan cara menanam terong yang selanjutnya adalah mempersiapkan lahan.

Sebelum lahan siap untuk digunakan, lahan harus digemburkan dan dipupuk terlebih dahulu. Aktivitas pengemburan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan cara konvensional (dengan cangkul) atau pun dengan menggunakan bantuan tracktor pertanian.

Untuk aktivitas pemupukan sendiri, Anda dapat menggunakan campuran beberapa macam pupuk, seperti pupuk kandang (dengan dosis 15 kg per meter persegi), kapur dolomit (dengan dosis 10 kg per meter persegi), pupuk urea (dengan dosis 1,5 kg per 10 tanaman), pupuk SP-36 dengan dosis 3 kg per 10 tanaman, dan pupuk NPK dengan dosis 3 kg per 10 tanaman.

Perlu diketahui, sebelum aktivitas pemupukan dilakukan, lahan yang telah digemburkan wajib dibersihkan dan dialiri air terlebih dahulu hingga merata. Dan setelah aktivitas pemupukan dilakukan, lahan dapat dibentuk menjadi bedengan – bedengan dengan ukuran lebar X tinggi sekitar 1 meter X 0,25 meter. Nanti nya di bedengan ini akan dibuat lubang tanam dengan jarak antar lubang sekitar 60 – 75 cm.

Tahap Pemindahan Bibit
Setelah lahan siap untuk digunakan, dan bibit siap untuk ditanam, Anda dapat langsung memindahkan bibit ke lubang tanam pada bedengan yang telah disiapkan sebelumnya.

Untuk menghindari terjadinya layu dan kematian bibit secara berlebihan, aktivitas pemindahan bibit ini sebaiknya dilakukan di pagi atau pun sore hari. Selain itu, setelah bibit dipindahkan ke lubang tanam, Anda juga harus menyiram bibit secara merata dengan air bersih (bukan air pupuk).

Tahap Pemeliharaan
Tahapan cara menanam terong yang selanjutnya adalah tahap pemeliharaan.

Dalam tahap pemeliharaan, Anda wajib melakukan beberapa aktivitas pemeliharaan, seperti penyiraman (jika tidak hujan, wajib dilakukan setiap pagi dan sore hari), penyulaman (dilakukan setelah tanaman berusia 7 hari setelah dipindah), penyiangan (dilakukan setiap minggu), pengajiran (dilakukan ketika tanaman berusia 20 hari), pemipilan tunas air (dilakukan setiap ada tunas air yang tumbuh) dan pemupukan (dilakukan ketika tanaman berusia 21 hari dan setiap 20 hari setelah masa panen).

Masa Panen
Jika dipelihara dengan baik, buah terong biasanya sudah mulai bisa dipanen setelah berusia 15 hingga 20 hari setelah kuncup bunga muncul. Normalnya buah terong yang sudah siap panen memiliki ciri – ciri utama berupa ukuran buah yang besar, daging buah yang masih agak empuk, dan warna kulit yang mengkilat.

Nah, jadi sudah tahu kan bagaimana cara menanam terong yang baik dan benar? Selamat mencoba dan semoga berhasil ya!