Cara Menanam Jahe Merah di Polybag, Jahe Merah, Budidaya Jahe Merah, Cara Budidaya Jahe Merah

Cara Menanam Jahe Merah di Polybag

Cara Menanam Jahe Merah di Polybag, Jahe Merah, Budidaya Jahe Merah, Cara Budidaya Jahe MerahCara menanam jahe merah di polybag pada dasar nya tergolong sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Hanya saja, karena tidak mengetahui potensi bisnis nya, hingga saat ini tidak banyak masyarakat yang berminat dengan usaha budidaya jahe merah.

Padahal, jika ditinjau dari segi bisnis, komoditi pertanian yang satu ini benar – benar masih sangat potensial untuk dibudidayakan.

Nah, jika Anda merasa tertarik untuk membudidayakan jahe merah di polybag namun belum mengetahui teknik budidaya nya, berikut merupakan sedikit panduan cara menanam jahe merah di polybag yang bisa Anda jadikan sebagai pedoman:

Persiapan Media Tanam
Seperti judul yang tertera di atas, wadah media tanam yang akan digunakan dalam panduan kali ini adalah polybag.

Dalam hal ini, Anda dapat mengisi wadah media tanam dengan campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir dengan perbandingan 1:1:1. Bila diperlukan, Anda juga dapat menambahkan kapur pertanian ke campuran media tanam dengan dosis sekitar 10 gram per polybag.

Pemilihan Bibit Unggul
Untuk mendapatkan bibit jahe merah unggul, di fase awal budidaya, Anda kami sarankan untuk membelinya dari pembudidaya jahe merah yang telah berpengalaman. Normal nya harga satu rimpang jahe merah unggul siap tanam ada di kisaran Rp 1.000 – Rp. 2.000.

Setelah aktivitas budidaya jahe merah Anda yang pertama kali berhasil, Anda dapat membuat bibit jahe merah sendiri dari rimpang jahe merah yang berkualitas, yaitu yang bebas dari serangan penyakit, telah berumur cukup tua, dan berwarna cerah.

Pemindahan Bibit Ke Polybag
Aktivitas pemindahan bibit jahe merah ke polybag normal nya sudah bisa dilakukan ketika bibit telah berusia 2 – 4 minggu. Bibit jahe merah yang siap tanam memiliki ciri utama berupa tunas yang sudah tumbuh di beberapa bagian rimpang.

Normal nya, dalam satu polybag petani jahe merah yang telah berpengalaman akan menggunakan sekitar 4 sampai 5 bibit jahe siap tanam.

Penting untuk diperhatikan, agar tanaman jahe merah bisa tumbuh dengan baik namun juga tidak mudah roboh saat terkena terpaan angin, Anda tidak boleh menanam jahe terlalu dangkal atau pun terlalu dalam. Dalam hal ini, Anda dapat menggunakan panduan tingkat kedalaman lubang tanam sekitar 4 – 5 cm.

Di awal masa tanam, polybag sebaiknya diletakkan di tempat yang teduh dan harus dihindarkan dari terpaan sinar matahari secara langsung.

Perawatan dan Pemeliharaan
Dibandingkan dengan tanaman – tanaman yang lainnya, aktivitas pemeliharaan tanaman jahe merah tergolong jauh lebih simpel dan mudah untuk dilakukan. Di masa pemeliharaan, jahe merah hanya perlu diberi tindakan perawatan berupa penyiraman, penyiangan rumput, dan juga pemupukan ulang.

Karena jahe merah ditanam di polybag, aktivitas penyiraman harus dilakukan secara intensif sebanyak 2 kali dalam sehari (di masa kemarau). Sedangkan untuk aktivitas penyiangan dapat dilakukan kapan saja ketika polybag telah ditumbuhi oleh rumput.

Khusus untuk pemupukan ulang, Anda dapat menggunakan campuran pupuk kandang, pasir, dan tanah dengan perbandingan 1:1:1 setiap 2 bulan sekali dengan dosis sekitar satu per empat bagian media tanam awal.

Masa Panen
Jahe merah biasanya baru bisa dipanen setelah berusia 10 – 12 bulan. Jika aktivitas pemeliharaan dilakukan secara intensif, satu polybag jahe gajah biasanya dapat menghasilkan sekitar 10 hingga 25 kg jahe merah dengan harga jual sekitar 10 hingga 17 ribu rupiah per kg.

Itulah langkah praktis cara menanam jahe merah di polybag yang bisa Anda jadikan sebagai panduan dalam memulai usaha budidaya jahe merah. Selamat mencoba dan semoga sukses ya!



You May Like Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *