Cara Budidaya Jahe Gajah di Lahan Sempit

Budidaya Jahe Gajah, Jahe Gajah, Cara Budidaya Jahe Gajah, Cara Budidaya Jahe Gajah di Lahan SempitCara budidaya jahe gajah di lahan sempit pada dasarnya sangat mudah. Padahal, jika ditinjau dari segi bisnis, jahe gajah masih sangat potensial untuk dibudidayakan. Pasalnya, permintaan pasar ekspor untuk komoditi ini terus mengalami peningkatan, dan harga jualnya juga sangat stabil di kisaran 20 ribu rupiah per kg.

Nah, jika Anda yang merasa tertarik untuk menjalankan usaha budidaya tanaman jahe gajah, namun belum mengetahui teknik budidaya nya, berikut merupakan sedikit panduan cara budidaya jahe gajah di lahan sempit yang bisa Anda jadikan sebagai pedoman dalam memulai usaha Anda:

Tahap Pembibitan
Untuk mendapatkan bibit jahe gajah yang unggul, Anda dapat menjalankan dua opsi untuk mendapatkan bibit yaitu dengan membeli bibit unggul siap tanam dari pembudidaya jahe gajah dan dengan membibitkan jahe gajah sendiri.

Khusus untuk opsi pembibitan sendiri, Anda dapat mengikuti langkah – langkah pembibitan berikut ini:

Siapkan rimpang buah jahe gajah yang telah berusia cukup tua dan bebas dari penyakit;

Siapkan larutan fungisida, lalu rendam rimpang jahe gajah selama kurang lebih 25 menit.

Tempatkan rimpang jahe dalam wadah yang tertutup, lalu hindarkan dari paparan cahaya matahari secara langsung.

Jaga kelembaban rimpang jahe dengan jalan menyiramnya secara rutin setiap dua kali dalam sehari, hingga tunas jahe tumbuh dan jahe siap untuk dipindah ke lahan tanam.

Tahap Persiapan Media Tanam
Karena lahan yang digunakan merupakan lahan sempit, untuk menghemat lahan, Anda kami sarankan untuk menggunakan wadah tanam berupa polybag. Wadah tanam polybag ini sendiri dapat diisi dengan campuran media tanam berupa pupuk kandang, tanah hitam, dan pasir dengan perbandingan 1:1:1.

Tahap Penanaman Bibit ke Media Tanam
Tahapan teknis cara budidaya jahe gajah yang berikutnya adalah memindahkan bibit jahe ke media tanam yang telah disiapkan.

Aktivitas pemindahan bibit normal nya sudah bisa dilakukan setelah rimpang jahe berusia setidaknya 3 minggu yang ditandai dengan keluar nya tunas di beberapa bagian rimpangnya.

Perlu diketahui, agar jahe gajah bisa tumbuh dengan optimal dan tidak mudah roboh saat diterpa angin, Anda harus benar – benar memperhatikan tingkat kedalaman lubang tanam. Normal nya, para petani jahe gajah yang sudah berpengalaman akan menggunakan tingkat kedalaman tanam sekitar 5 – 8 cm.

Perawatan dan Pemeliharaan
Sama seperti halnya tanaman – tanaman yang lainnya, untuk bisa tumbuh subur dan menghasilkan rimpang jahe dengan optimal, tanaman jahe gajah harus dirawat dan dipelihara dengan baik.

Beberapa aktivitas pemeliharaan yang perlu dilakukan pada tanaman jahe adalah penyiraman dan pemupukan. Aktivitas penyiraman normalnya dilakukan secara rutin setiap hari di pagi dan sore hari, sedangkan untuk aktivitas pemupukan biasanya dilakukan setiap 2 bulan sekali.

Dalam aktivitas pemupukan, para petani jahe gajah yang sudah berpengalaman biasanya akan menggunakan pupuk buatan berupa campuran pupuk kandang, pasir, dan tanah yang telah difermentasi sebelumnya.

Masa Panen
Jahe gajah normal nya sudah bisa mulai dipanen ketika berusia 10 bulan. Hanya saja, kebanyakan petani jahe gajah biasanya baru mulai memanen hasil tanaman jahe gajah mereka setelah berusia 1 tahun.

Normal nya, jika aktivitas pemeliharaan tanaman dilakukan dengan baik, satu polybag jahe gajah dapat menghasilkan sekitar 10 hingga 25 kg rimpang jahe, bergantung pada tingkat intensifitas pemeliharaan yang dilakukan.

Nah, itulah sedikit panduan cara budidaya jahe gajah di lahan sempit yang bisa kami sampaikan kepada Anda. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat ya!