Panduan Praktis Cara Budidaya Ikan Lele

Ikan Lele, Budidaya Ikan, Budidaya Lele, Cara Budidaya Lele, Panduan Budidaya LeleCara budidaya Ikan Lele pada dasarnya cukup mudah. Hanya saja, sampai saat ini tidak begitu banyak pengusaha yang tertarik dengan usaha budidaya komoditi perikanan yang satu ini. Padahal, jika ditinjau dari segi bisnis, sampai saat ini komoditi ikan lele masih sangat prospektif untuk dibudidayakan.


Nah, jika Anda merasa tertarik untuk terjun ke dunia bisnis budidaya ikan lele namun belum menguasai teknik budidaya nya, berikut merupakan sedikit panduan praktis cara budidaya lele yang bisa Anda jadikan sebagai panduan dalam memulai usaha Anda:

Persiapan Kolam
Langkah awal yang harus dilakukan sebelum aktivitas budidaya lele dimulai adalah mempersiapkan wadah budidaya.

Aktivitas persiapan wadah budidaya normalnya mencakup tiga macam hal yaitu pembersihan wadah, pemupukan wadah, dan pengisian air pada wadah.

Aktivitas pembersihan normalnya dilakukan dengan menggunakan deterjen dan juga klorin, sedangkan aktivitas pemupukan dilakukan setelah wadah dibersihkan dari sisa bahan pembersih dan telah diisi dengan air.

Normalnya sebelum wadah siap untuk digunakan, wadah harus didiamkan terlebih dahulu selama 5 sampai 8 hari.

Aktivitas ini perlu dilakukan untuk memicu pertumbuhan pakan alami pada wadah berupa vito plankton dan zoo plankton.

Pemilihan Benih
Benih yang bagus untuk dibudidayakan biasanya memiliki ciri – ciri sebagai berikut: berukuran seragam, lincah, tidak cacat fisik, sehat, bebas dari penyakit dan parasit, serta memiliki warna yang cerah.

Penebaran Benih
Aktivitas penebaran benih dapat dilakukan setelah wadah benar – benar siap untuk digunakan. Normalnya aktivitas penyebaran benih di awal aktivitas budidaya dapat dilakukan dengan mengikuti angka padat tebar sekitar 200 hingga 400 ekor benih per meter persegi lahan.

Pemeliharaan dan Pemberian Pakan
Tahapan budidaya lele yang selanjutnya adalah aktivitas pemeliharaan dan pemberian pakan.

Aktivitas pemeliharaan dan pemberian pakan memegang peranan yang sangat penting terhadap tingkat kesuksesan aktivitas budidaya lele.

Beberapa aktivitas pemeliharaan lele yang wajib dilakukan oleh peternak sendiri adalah penimbangan (dilakukan setiap 2 minggu sekali), penjarangan (dilakukan setiap 4 minggu sekali), vaksinasi, pemberian vitamin tambahan (dilakukan seperlunya) dan pemberian pakan.

Khusus untuk pemberian pakan, peternak dapat menggunakan hitungan kebutuhan pakan harian sekitar 3 sampai 6 persen dari bobot total ikan yang dibudidayakan.

Untuk pemberian pakan sendiri dapat dilakukan sebanyak 3 hingga lima kali, yaitu di pagi (sebelum matahari terbit), siang, sore (opsional), dan malam hari.

Pengelolaan Air
Kualitas air memegang peranan yang sangat besar terhadap tingkat kesuksesan usaha budidaya lele.

Untuk menjaga kualitas air, peternak lele dianjurkan untuk melakukan aktifitas sifon / penyedotan bagian bawah kolam setiap 2 minggu sekali. Aktivitas ini perlu dilakukan untuk membuang tumpukan amonia yang dapat mengancam kesehatan ternak lele.

Perlu diketahui, air kolam yang bagus untuk ikan lele adalah air kolam berwarna hijau lumut dengan kandungan oksigen dan zoo plankton yang cukup.

Pemanenan
Aktivitas panen ikan lele pada dasarnya bisa dilakukan di tiga tahapan yang berbeda yaitu di tahapan benih untuk aktivitas pendederan, di tahapan benih untuk aktivitas pembesaran, dan di tahapan siap konsumsi untuk konsumen akhir.

Normal nya, aktivitas panen di tahapan benih untuk pendederan bisa dilakukan ketika benih berukuran 5 – 7 cm (usia 3 – 4 minggu), sedangkan aktivitas panen di tahapan benih untuk aktivitas pembesaran bisa dilakukan ketika benih berukuran 10 – 12 cm (usia 5 sampai 8 minggu), dan aktivitas panen di tahapan siap konsumsi bisa dilakukan ketika lele berukuran 9 – 11 ekor/kg (usia 2,5 – 5 bulan)

Nah, itulah sedikit tulisan berisi panduan teknis budidaya ikan lele yang bisa kami sampaikan kepada Anda. Semoga bermanfaat ya!